Archive for February, 2012

Insya Allah

Pernahkah Anda mengucapkan “insya Allah”? Jawabannya tentu pernah, bahkan sering. Beberapa penduduk Makkah datang ke Nabi Muhammad saw. bertanya tentang ruh, kisah ashabul kahfi dan kisah Dzulqarnain. Nabi menjawab, “Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan”. Keesokan harinya wahyu tidak datang menemui Nabi, sehingga Nabi gagal menjawab hal-hal yang ditanyakan. Tentu saja “kegagalan” ini menjadi cemoohan kaum kafir.

Saat itulah turun ayat menegur Nabi, “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhan-Mu jika kamu lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (Q.S. 18: 24)

Kata “Insya Allah” berarti “jika Allah menghendaki”. Ini menunjukkan bahwa kita tidak tahu sedetik ke depan apa yang terjadi dengan kita. Kedua, hal ini juga menunjukkan bahwa manusia punya rencana, Allah punya kuasa. Dengan demikian, kata “insya Allah” menunjukkan kerendahan hati seorang hamba sekaligus kesadaran akan kekuasaan Ilahi.

Dari kisah di atas kita tahu bahkan Nabi pun mendapat teguran ketika alpa mengucapkan insya Allah.

Sayang, sebagian diantara kita sering melupakan peranan dan kekuasaan Allah ketika hendak berencana atau mengerjakan sesuatu. Sebagian diantara kita malah secara keliru mengamalkan kata “insya Allah” sebagai cara untuk tidak mengerjakan sesuatu. Ketika kita diundang, kita menjawab dengan kata “Insya Allah” bukan dengan keyakinan bahwa Allah yang punya kuasa tetapi sebagai cara berbasa-basi untuk tidak memenuhi undangan tersebut. Kita rupanya berkelit dan berlindung dengan kata “Insya Allah”. Begitu pula halnya ketika kita berjanji, sering kali kata “insya Allah” keluar begitu saja sebagai alat basa-basi pergaulan.

Yang benar adalah, ketika kita diundang atau berjanji pada orang lain, kita ucapkan “insya Allah”, lalu kita berusaha memenuhi undangan ataupun janji itu. Bila tiba-tiba datang halangan seperti sakit, hujan, dan lainnya, kita tidak mampu memenuhi undangan ataupun janji itu, maka disinilah letak kekuasaan Allah. Disinilah baru berlaku makna “insya Allah”.

Advertisements

Leave a comment »

Marah = Bunuh Diri

Mungkin hampir setiap manusia yang ada di dunia ini pernah mengalami suatu kondisi marah, termasuk penulis sendiri.

Terkadang marah itu datang akibat adanya penyebab yang apabila kita fikir secara sadar dan sehat penyebab itu seharusnya kita tidak perlu marah. Betapa banyak orang karena masalah sepele tidak dapat menahan emosinya dan meluapkan kemarahannya dalam berbagai bentuk negatif. Seorang suami tega membakar istrinya hanya lantaran sering ditinggal istrinya kerja di luar kota, mengerikan bukan?

Ada lagi seorang ibu tega membunuh anaknya sendiri hanya karena perilaku anaknya yang menjengkelkan, memilukan bukan?

Fenomena tersebut di atas merupakan dua contoh kisah manusia yang tidak dapat mengendalikan emosi yang pada akhirnya meluapkan kemarahanya dalam berbagai bentuk negatif. Betapa sangat besar bahaya yang ditimbulkan akibat marah, baik terhadap diri kita sendiri ataupun terhadap orang lain, oleh karena itu, Rasulullah SAW, mengingatkan kepada kita untuk tidak marah. Ali bin Abi Thalib r.a. juga pernah berkata: “Hindarkanlah sifat marah, karena awalnya adalah ketidakwajaran dan akhirnya penderitaan”.

Penderitaan yang terjadi akibat marah dari sudut medis adalah terganggunya kesehatan pelakunya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Hal tersebut dapat menimbulkan hipertensi, stress, depresi, maag, gangguan fungsi jantung, insomnia, bahkan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian secara mendadak jika hal itu mencapai tingkat tertentu.

Menurut Frank Rose (1976), para dokter memperingatkan bahwa marah dapat menyebabkan pembuluh-pembuluh darah jantung seseorang menyempit secara ketat. Penyempitan itu selanjutnya akan mengakibatkan serangan jantung yang mematikan.

Melihat bahaya yang ditimbulkan akibat marah memang sangat mengerikan. Setelah kita mengetahui bahaya tersebut, sudah seharusnya kita dapat menahan diri dari kemarahan yang akan membunuh diri yang kita cintai ini. Semoga!!!!!!

Leave a comment »

Selamat Datang

Sahabatku,

Dalam kehidupan ini, ada satu hal yang terkadang membuat hati kita menjadi galau, dimana keadaan itu sering menimbulkan kegelisahan yang mendalam. Keadaan semacam ini, tentunya sangat mengusik ketenangan hidup kita. “Ketidaksesuaian harapan dengan kenyataan” inilah yang sering kali sulit untuk kita terima. Mungkin keadaan demikian akan merasa berat apabila dilalui oleh seorang diri. Dengan demikian, forum ini dihadirkan sebagai sarana berbagi untuk menemukan solusi. Semoga dengan hadirnya forum ini, kita akan dapat menjalani hidup ini dengan penuh arti dan menjadikan hidup kita lebih berkualitas.

 

 

Leave a comment »